Pukul
11 pagi, atau bisa dibilang siang. Suasanya dorm tegang karena sepuluh member
EXO sedang menonton film horor yang sedang tayang di televisi.
“Waaaakkk!!!” teriak mereka. Baekhyun
yang ketakutan menyembunyikan badannya di belakang Chanyeol. Sedangkan D.O,
meskipun sedikit ketakutan waktu pembunuhan sadis itu muncul di layar, D.O
menyipitkan matanya memandang televisi dengan tajamnya sampai layar televisi
bisa sampai pecah karenanya [lebay]. D.O penasaran bagaimana memecahkan misteri
dibalik pembunuhan pada film itu.
“Kami
berangkat dulu!” kata Suho sambil melambaikan tangan kanannya. Tangan kirinya
penuh dengan barang yang akan dibawa ke London untuk mendukung konser SS5 Super
Junior. Kris yang berdiri di depannya hanya melambaikan tangan dan tersenyum cool.
“Yaaa!”
jawab para member seretak.
“Hati-hati
di jalan!” teriak Luhan menunjukan senyum manisnya yang menunjukkan
pengertiannya pada kedua leader yang
akan meninggalkan dorm selama dua hari kedepan.
Kris
menatap Luhan seolah akan terjadi sesuatu yang buruk pada Luhan. Suho yang
melihat Kris bertanya, “Kenapa?”. Kris berbisik, “Aku punya firasat buruk pada
anak itu.” sambil mengangkat dagunya menunjukkan bahwa yang dibicarakan adalah
Luhan. “Heih, tak kan ada apa-apa.” Kata Suho.
Terjeda
iklan [film di televisi ada iklannya, kan] para member membuyarkan fokusnya
dari televisi dan mencari kesibukan sendiri sambil menunggu iklannya yang
bisa-bisa sampai dua leader itu
pulang baru tayang lagi filmnya [ga mungkinlah]. D.O masih dalam aktivitas
berpikirnya, Kai yang memutar-mutar bola basket di ujung telunjuknya, Sehun
yang memainkan game di hp-nya,
Chanyeol dan Baekhyun yang bercanda gurau, Xiumin dan Chen yang terdiam di atas
sofa, serta Luhan, Tao, dan Lay yang bermain permainan jari tradisional China
[entah itu apa].
“Sehun~ah, bisakah kau ambilkan minum untuk hyung-mu ini? Aku haus setelah bercanda
dengan Chanyeol.” Kata Baekhyun.
“Ah,
tunggu sampai aku menyelesaikan ini.” Balas Sehun yang fokus pada game-nya.
Luhan
menengok ke arah Baekhyun menghentikan permainannya dengan dua maknae EXO-M
yang masih asyik menghitung urutan jarinya, “Akan kuambilkan.”
Beberapa
langkah Luhan menuju lemari es. “Mulai...mulai..mulai..” teriak para member
dengan segera kembali ke posisi semula. Luhan pun membatalkan niatnya dan
kembali ke film.
Suasana
kembali tegang.
“Ah!”
seru D.O, “Akhirnya aku bisa membaca misteri pembunuhan itu.” Batinnya. “Itu
adalah kekejaman yang dilakukan ayah perempuan itu sebagai dendam terbunuhnya
ibu dari permpuan itu yaitu istrinya. Itu hanya kesalahpahaman, tapi dia
terlalu percaya diri dan berani.” Lanjutnya. D.O menuju kamarnya membaca buku
pemecahan misteri koleksinya yang baru.
***
Beberapa
jam kemudian. Manajer pulang sehabis mengantar Suho dan Kris ke Bandara.
Melihat keadaan dorm sepi, kakak manajer menuju ruang latihan dengan kiranya
para member sedang latihan di sana. Tapi zonk,
para member tak ada di ruang latihan. Kakak manajer kembali ke dorm.
“Anak-anak!”
seru kakak manajer. “Eh? Anak-anak, siapa aku?” gumamnya.
Manajer
mengecek satu persatu kamar mereka karena tidak ada jawaban. Dilihatnya
ternyata para member sedang tidur dengan pulasnya.
“Aneh.”
Pikirnya.
“Luhan!”
sepintas ingat kalau Luhan tak ada di setiap kamar di dorm.
Kakak
manajer mencarinya keseluruh ruangan di dorm [berapa ruang sih]. Luhan masih
tetap tidak ada. Kakak manajer membunyikan peluit yang dibawanya setiap saat
untuk mendisiplinkan EXO. Priiiiiiiiiitttt....priiiiitt.....
Semua
member yang ada di dorm keluar kamar dengan wajah seakan-akan habis tidur
semenit setelah sepuluh tahun ga tidur [mulai hyperbola]. Seperti zombie
yang keluar kamar mau menyerang manajernya.
“Kalian
ini bukannya latihan malah tidur. Besok kita ada live perfomance nanti sore rehersal-nya.
Kalian mengerti?” kata kakak manajer.
“Yaaa!”
jawab para member yang berbaris di depannya [barisan zombie, ya]
“Oh
ya, tunggu. Luhan dimana?” tanya kakak majaer.
Semua
member terdiam tidak ada satupun yang tahu Luhan ada dimana sekarang.
“Siapa
yang terakhir bersamanya?”
“Kai.”
Kata Chen.
“Eh?
Aku hanya mengembalikan kaus kakinya yang aku pinjam kemarin. Setelah itu dia bersama
D.O hyung.” Sahut Kai.
“Ya.
Tadi dia bersamaku di kamar juga bersama Sehun. Sehun tertidur setelah lama
bermain game-nya, aku membaca buku
dan setelah itu juga tidur. Dan Luhan hyung
bermain gitar di sofa kamar hingga aku tidur dia belum selesai, mungkin dia
menulis lagu.” Kata D.O.
Chanyeol
keluar dari kamar Luhan berlari ke kerumunan para member dan kakak manajer.
“Ya.
Ini lirik lagu yang belum selesai ditulis Luhan hyung. Aku menemukannya terjatuh di bawah sofa di atas karpet itu.”
Katanya terengah-engah.
Semua
member menghubungi teman-teman Luhan yang sekiranya dihampiri Luhan. Sedangkan
kakak manajer menelpon kantor pusat penanggungjawab SM Entertainment dan polisi.
“Kalau
melihat keadaan kamar, Luhan hyung
diculik.” Kata D.O.
“Apa
kamu bilang?” tanya Baekhyun.
“Kertas
itu jatuh di lantai, gitarnya pun jatuh dan tas gitar itu tidak ada padahal
harusnya ada karena itu seperangkat dengan gitarnya. Gitar yang dipinjam Luhan hyung dari Minho hyung. Kalau hipotesaku benar, Minho hyung-lah yang menculik Luhan hyung dengan masuk ke dorm yang sudah ia
ketahui password-nya dan menyekap
Luhan hyung dari pintu dekat sofa itu
terbukti sapu tangan bernoda obat bius itu masih ada tertinggal di kamar. Hanya
dia selain kita yang paham betul peta dari dorm kita.” Kata D.O.
“Lalu?”
tanya Sehun, “Bagaimana dia membawa Luhan hyung?”
“Tas
gitar. Dia membawa Luhan hyung dengan
masukkannya dalam tas gitar itu. Aku tahu yang bisa melakukan ini hanya kita,
manajer hyung, dan Minho hyung yang tahu password dorm kita. Aku juga tahu tak mungkin ini perbuatan kalian
karena aku yakin kalian terlalu menikmati waktu saat tak ada para leader. Juga manajer yang tak mungkin
berpikir ataupun menculik Luhan hyung
karena Luhan hyung juga sumber
penghasilannya juga dia tadi sedang ke Bandara. Yang tersisa adalah Minho hyung yang alibinya tidak di ketahui.
Dan aku tahu sekarang dia ada dimana.” Jelas D.O.
“Dimana?”
tanya Lay.
“Hah...”
kata D.O sambil menaikkan alisnya.
D.O
berjalan menuju sebuah lapangan desa sambil melihat-lihat keadaan melalui kaca
lup yang dibawanya (layaknya detektif) dengan dibuntuti member lainnya. Para
member mengintip Luhan dan Minho dari balik semak-semak. Dan ternyata Luhan dan
Minho benar ada di lapangan itu, mereka terlihat sedang bermain bola.
“Apa-apaan ini? Luhan hyung tidak diculik. Kita
sudah susah payah mencarinya, ternyata dia hanya main-main.” Kata Baekhyun,
“Bukan begitu hyung?” menoleh pada
Xiumin yang ternyata sudah lari mendekati Luhan dan Minho.
“Luhan-ah,
bagaimana kamu bisa begini padaku? Kemarin aku ajak bermain bola kau
menolaknya, sekarang bersama Minho kamu bermain bola. Berdua!!!” teriak Xiumin
pada Luhan.
“Maaf..maaf,
kemarin aku benar-benar ga bisa keluar karena harus menyelesaikan lagu.” Kata
Luhan.
D.O dan
member lainnya mendekati Xiumin yang terlihat sedih.
“Hyung, bagaimana kau tega pada Luhan hyung.” Teriak Sehun pada Minho.
“Kenapa
denganku?” kata Minho.
“D.O
bilang kau membawa Luhan hyung
dengan memasukkannya ke dalam tas gitar dan menculiknya. Hanya untuk
mengajaknya bermain bola. Bukankah lebih sopan jika kau mengajaknya dengan
lembut dan izin ke kami agar kami tidak cemas mencarinya seperti ini.” Kata Chen.
“Benar.
Mentang-mentang leader kami sedang tak ada di dorm, kau bertingkah seenaknya.”
Sahut Baekhyun.
“Hei,
apa maksud kalian? Aku sudah membunyikan bel berkali-kali tapi tak ada jawaban.
Akhirnya aku buka pintunya karena aku tahu password-nya.
Dan aku juga menyapa kalian, tapi kalian tetap tidak sadar aku di sana. Aku ke
sana untuk mengambil tas gitarku karena mau aku perbaiki resletingnya. Dan
Luhan hyung mengajakku bermain bola
di lapangan belakang.” Jelas Minho.
Semua lirikan
mata mengarah pada D.O.
“Ya!
Aku hanya bilang mungkin, kan tadi. Aku tak berkata bahwa itu pasti, kan Suho hyung?” kata D.O menengok langit untuk
menyampaikan ceritanya pada Suho yang tak ada di sana.
***
Priiiiiiitttt...... kali ini adalah
bunyi peluit Chen yang berperang sebagai wasit. Luhan, Chanyeol, Lay, Xiumin,
Kai, Baekhyun, dan Sehun sebagai tim X.
Dan di tim O ada Minho, Tao, keempat member Shinee yang ditelpon Minho serta
manager EXO. Sedangkan D.O masih asyik dengan hobinya untuk memecahkan kasus.
Kali ini kasus anjing tetangga yang tiba-tiba hilang saat diajak jalan-jalan
pemiliknya dan kebetulan bertemu dengan D.O. Heih~
J TAMAT J

0 Cheeps