Heih~

by - 19.56

Pukul 11 pagi, atau bisa dibilang siang. Suasanya dorm tegang karena sepuluh member EXO sedang menonton film horor yang sedang tayang di televisi.
            “Waaaakkk!!!” teriak mereka. Baekhyun yang ketakutan menyembunyikan badannya di belakang Chanyeol. Sedangkan D.O, meskipun sedikit ketakutan waktu pembunuhan sadis itu muncul di layar, D.O menyipitkan matanya memandang televisi dengan tajamnya sampai layar televisi bisa sampai pecah karenanya [lebay]. D.O penasaran bagaimana memecahkan misteri dibalik pembunuhan pada film itu.
            “Kami berangkat dulu!” kata Suho sambil melambaikan tangan kanannya. Tangan kirinya penuh dengan barang yang akan dibawa ke London untuk mendukung konser SS5 Super Junior. Kris yang berdiri di depannya hanya melambaikan tangan dan tersenyum cool.
            “Yaaa!” jawab para member seretak.
            “Hati-hati di jalan!” teriak Luhan menunjukan senyum manisnya yang menunjukkan pengertiannya pada kedua leader yang akan meninggalkan dorm selama dua hari kedepan.
            Kris menatap Luhan seolah akan terjadi sesuatu yang buruk pada Luhan. Suho yang melihat Kris bertanya, “Kenapa?”. Kris berbisik, “Aku punya firasat buruk pada anak itu.” sambil mengangkat dagunya menunjukkan bahwa yang dibicarakan adalah Luhan. “Heih, tak kan ada apa-apa.” Kata Suho.
            Terjeda iklan [film di televisi ada iklannya, kan] para member membuyarkan fokusnya dari televisi dan mencari kesibukan sendiri sambil menunggu iklannya yang bisa-bisa sampai dua leader itu pulang baru tayang lagi filmnya [ga mungkinlah]. D.O masih dalam aktivitas berpikirnya, Kai yang memutar-mutar bola basket di ujung telunjuknya, Sehun yang memainkan game di hp-nya, Chanyeol dan Baekhyun yang bercanda gurau, Xiumin dan Chen yang terdiam di atas sofa, serta Luhan, Tao, dan Lay yang bermain permainan jari tradisional China [entah itu apa].
            “Sehun~ah, bisakah kau ambilkan minum untuk hyung-mu ini? Aku haus setelah bercanda dengan Chanyeol.” Kata Baekhyun.
            “Ah, tunggu sampai aku menyelesaikan ini.” Balas Sehun yang fokus pada game-nya.
            Luhan menengok ke arah Baekhyun menghentikan permainannya dengan dua maknae EXO-M yang masih asyik menghitung urutan jarinya, “Akan kuambilkan.”
            Beberapa langkah Luhan menuju lemari es. “Mulai...mulai..mulai..” teriak para member dengan segera kembali ke posisi semula. Luhan pun membatalkan niatnya dan kembali ke film.
            Suasana kembali tegang.
            “Ah!” seru D.O, “Akhirnya aku bisa membaca misteri pembunuhan itu.” Batinnya. “Itu adalah kekejaman yang dilakukan ayah perempuan itu sebagai dendam terbunuhnya ibu dari permpuan itu yaitu istrinya. Itu hanya kesalahpahaman, tapi dia terlalu percaya diri dan berani.” Lanjutnya. D.O menuju kamarnya membaca buku pemecahan misteri koleksinya yang baru.
***
            Beberapa jam kemudian. Manajer pulang sehabis mengantar Suho dan Kris ke Bandara. Melihat keadaan dorm sepi, kakak manajer menuju ruang latihan dengan kiranya para member sedang latihan di sana. Tapi zonk, para member tak ada di ruang latihan. Kakak manajer kembali ke dorm.
            “Anak-anak!” seru kakak manajer. “Eh? Anak-anak, siapa aku?” gumamnya.
            Manajer mengecek satu persatu kamar mereka karena tidak ada jawaban. Dilihatnya ternyata para member sedang tidur dengan pulasnya.
            “Aneh.” Pikirnya.
            “Luhan!” sepintas ingat kalau Luhan tak ada di setiap kamar di dorm.
            Kakak manajer mencarinya keseluruh ruangan di dorm [berapa ruang sih]. Luhan masih tetap tidak ada. Kakak manajer membunyikan peluit yang dibawanya setiap saat untuk mendisiplinkan EXO. Priiiiiiiiiitttt....priiiiitt.....
            Semua member yang ada di dorm keluar kamar dengan wajah seakan-akan habis tidur semenit setelah sepuluh tahun ga tidur [mulai hyperbola]. Seperti zombie yang keluar kamar mau menyerang manajernya.
            “Kalian ini bukannya latihan malah tidur. Besok kita ada live perfomance nanti sore rehersal-nya. Kalian mengerti?” kata kakak manajer.
            “Yaaa!” jawab para member yang berbaris di depannya [barisan zombie, ya]
            “Oh ya, tunggu. Luhan dimana?” tanya kakak majaer.
            Semua member terdiam tidak ada satupun yang tahu Luhan ada dimana sekarang.
            “Siapa yang terakhir bersamanya?”
            “Kai.” Kata Chen.
            “Eh? Aku hanya mengembalikan kaus kakinya yang aku pinjam kemarin. Setelah itu dia bersama D.O hyung.” Sahut Kai.
            “Ya. Tadi dia bersamaku di kamar juga bersama Sehun. Sehun tertidur setelah lama bermain game-nya, aku membaca buku dan setelah itu juga tidur. Dan Luhan hyung bermain gitar di sofa kamar hingga aku tidur dia belum selesai, mungkin dia menulis lagu.” Kata D.O.
            Chanyeol keluar dari kamar Luhan berlari ke kerumunan para member dan kakak manajer.
“Ya. Ini lirik lagu yang belum selesai ditulis Luhan hyung. Aku menemukannya terjatuh di bawah sofa di atas karpet itu.” Katanya terengah-engah.
Semua member menghubungi teman-teman Luhan yang sekiranya dihampiri Luhan. Sedangkan kakak manajer menelpon kantor pusat penanggungjawab SM Entertainment dan polisi.
“Kalau melihat keadaan kamar, Luhan hyung diculik.” Kata D.O.
“Apa kamu bilang?” tanya Baekhyun.
“Kertas itu jatuh di lantai, gitarnya pun jatuh dan tas gitar itu tidak ada padahal harusnya ada karena itu seperangkat dengan gitarnya. Gitar yang dipinjam Luhan hyung dari Minho hyung. Kalau hipotesaku benar, Minho hyung-lah yang menculik Luhan  hyung dengan masuk ke dorm yang sudah ia ketahui password-nya dan menyekap Luhan hyung dari pintu dekat sofa itu terbukti sapu tangan bernoda obat bius itu masih ada tertinggal di kamar. Hanya dia selain kita yang paham betul peta dari dorm kita.” Kata D.O.
“Lalu?” tanya Sehun, “Bagaimana dia membawa Luhan hyung?”
“Tas gitar. Dia membawa Luhan hyung dengan masukkannya dalam tas gitar itu. Aku tahu yang bisa melakukan ini hanya kita, manajer hyung, dan Minho hyung yang tahu password ­dorm kita. Aku juga tahu tak mungkin ini perbuatan kalian karena aku yakin kalian terlalu menikmati waktu saat tak ada para leader. Juga manajer yang tak mungkin berpikir ataupun menculik Luhan hyung karena Luhan hyung juga sumber penghasilannya juga dia tadi sedang ke Bandara. Yang tersisa adalah Minho hyung yang alibinya tidak di ketahui. Dan aku tahu sekarang dia ada dimana.” Jelas D.O.
“Dimana?” tanya Lay.
“Hah...” kata D.O sambil menaikkan alisnya.
D.O berjalan menuju sebuah lapangan desa sambil melihat-lihat keadaan melalui kaca lup yang dibawanya (layaknya detektif) dengan dibuntuti member lainnya. Para member mengintip Luhan dan Minho dari balik semak-semak. Dan ternyata Luhan dan Minho benar ada di lapangan itu, mereka terlihat sedang bermain bola.
 “Apa-apaan ini? Luhan hyung  tidak diculik. Kita sudah susah payah mencarinya, ternyata dia hanya main-main.” Kata Baekhyun, “Bukan begitu hyung?” menoleh pada Xiumin yang ternyata sudah lari mendekati Luhan dan Minho.
“Luhan-ah, bagaimana kamu bisa begini padaku? Kemarin aku ajak bermain bola kau menolaknya, sekarang bersama Minho kamu bermain bola. Berdua!!!” teriak Xiumin pada Luhan.
“Maaf..maaf, kemarin aku benar-benar ga bisa keluar karena harus menyelesaikan lagu.” Kata Luhan.
D.O dan member lainnya mendekati Xiumin yang terlihat sedih.
Hyung,  bagaimana kau tega pada Luhan hyung.” Teriak Sehun pada Minho.
“Kenapa denganku?” kata Minho.
“D.O bilang kau membawa  Luhan  hyung dengan memasukkannya ke dalam tas gitar dan menculiknya. Hanya untuk mengajaknya bermain bola. Bukankah lebih sopan jika kau mengajaknya dengan lembut dan izin ke kami agar kami tidak cemas mencarinya seperti ini.”  Kata Chen.
“Benar. Mentang-mentang leader kami sedang tak ada di dorm, kau bertingkah seenaknya.” Sahut Baekhyun.
“Hei, apa maksud kalian? Aku sudah membunyikan bel berkali-kali tapi tak ada jawaban. Akhirnya aku buka pintunya karena aku tahu password-nya. Dan aku juga menyapa kalian, tapi kalian tetap tidak sadar aku di sana. Aku ke sana untuk mengambil tas gitarku karena mau aku perbaiki resletingnya. Dan Luhan hyung mengajakku bermain bola di lapangan belakang.” Jelas Minho.
Semua lirikan mata mengarah pada D.O.
“Ya! Aku hanya bilang mungkin, kan tadi. Aku tak berkata bahwa itu pasti, kan Suho hyung?” kata D.O menengok langit untuk menyampaikan ceritanya pada Suho yang tak ada di sana.
***
            Priiiiiiitttt...... kali ini adalah bunyi peluit Chen yang berperang sebagai wasit. Luhan, Chanyeol, Lay, Xiumin, Kai,  Baekhyun, dan Sehun sebagai tim X. Dan di tim O ada Minho, Tao, keempat member Shinee yang ditelpon Minho serta manager EXO. Sedangkan D.O masih asyik dengan hobinya untuk memecahkan kasus. Kali ini kasus anjing tetangga yang tiba-tiba hilang saat diajak jalan-jalan pemiliknya dan kebetulan bertemu dengan D.O. Heih~


J TAMAT J

You May Also Like

0 Cheeps